Desain Mesin Motor Bahan Bakar Baru yang Lebih Irit dan Ramah Lingkungan

Posted on

Dorongan untuk mencetuskan sebuah desain mesin baru yang lebih irit dan ramah lingkungan terus bergulir terutama dengan terus naiknya kesadaran masyarakat akan dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan oleh industri otomotif saat ini. Salah satu desain yang cukup kontroversial adalah Scuderi Engine. Menggunakan teknologi yang telah ada sejak 1914, Carmelo Scuderi mengembangkan motor bakar “split-cycle” yang berfungsi sebagai kompresor udara dan mesin bakar. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan efisiensi hingga 50% dan pengurangan emisi hingga 80%, namun sayangnya hingga saat ini belum muncul prototipe ataupun mesin yang siap dikomersialkan terlepas dari desain yang sudah dimulai sejak 1998[1] dan banyaknya investor yang masuk yaitu 400 investor dengan nilai hingga 80juta USD [2]. Beberapa desain mesin motor bakar baru akan dijelaskan dibawah ini.

Mesin Duke di New Zealand dimulai oleh Noel Duke dan John Garvey pada tahun 1993 untuk mengembangkan mesin aksial. Lima silinder mesin konvesional 200cc disusun diseputar mesin dan paralel dengan poros engkol (crank shaft). Tidak seperti mesin-mesin pada umumnya mesin ini uniknya tidak memiliki noken as (cam shaft), push rods, rocker arms ataupun per katup. Mesin ini merubah pergerakan piston linier menjadi melingkar. Mesin ini memiliki kepala yang terdiri dari busi dan saluran campuran udara-bahan bakar dimana bagian ini tidak bergerak. Ketika piston berputar melewati lubang inlet maka campuran udara-bahan bakar akan masuk pada saat kondisi piston melakukan langkah hisap kemudian langkah kompresi, dan ketika melalui busi maka campuran udara-bahan bakar tadi dibakar dimana piston berada pada kondisi langkah kerja, sampai hampir mendekati lubang pembuangan maka langkah buang dilakukan. Saat ini, Duke Engine sudah memiliki prototipe generasi ke-3. Dengan prototipe mesin kapasitas 3 liter dan 5 silinder, daya yang dihasilkan adalah 215 HP dengan torsi 229 Nm pada 4500 rpm. Ini lebih baik dari mesin konvensional dengan kapasitas yang sama. Mesin Duke lebih ringan 20% dari mesin konvensional. Mesin bekerja dengan suhu yang lebih dingin sehingga mengurangi kemungkinan pembakaran yang terlalu awal sehingga kompresinya bisa dinaikkan hingga 14:1 dengan bahan bakar oktan 91[3].